Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DIARY ADMIN | 5 Alasan Kenapa Kamu Sulit Mengubah Kebiasaan Nggak Baik




"Ah, pokoknya setelah tahun baru aku mau merubah diri", "udah ah, kurangi malas-malasnya", "habis ini aku harus rajin kuliah", "pokoknya ngerjain tugas tiga puluh menit, setelahnya lima menit istirahat", "aku harus rajin belajar", "aku harus lebih rajin masuk kelasnya bapak A", "aku udah beli buku catatan untuk menulis semua yang dibicarakan oleh guru".

Well, banyak dari kita yang selalu berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik. Kalau dari kalimat di atas, banyak juga dari kita yang mungkin tadinya sering merasa malas, sekarang berusaha untuk lebih rajin. Ada juga yang tadinya mungkin lebih sering rebahan sambil main hp, sekaramng berusaha untuk melepas kebiasaan tersebut.

Ketika kamu berusaha untuk mengubah kebiasaan burukmu menjadi suatu hal yang baik, hal tersebut merupakan suatu hal yang baik banget, gaes. Tandanya kamu bukanlah seseorang yang suka berdiam diri di tempat dan puas dengan apa yang ada di dalam dirimu. Kamu juga adalah seseorang yang suka mengintrospeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi. Kamu selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Namun, ketika kamu berusaha untuk mengubah diri dari suatu kebiasaan yang nggak baik seperti malas-malasan, mudah menyerah, nggak percaya diri dan sebagainya ke suatu hal yang lebih baik, terkadang kamu akan merasakan kesulitan. Hmm... Kenapa, ya, kita merasakan rasa sulit ketika kita ingin mengubah suatu kebiasaan nggak baik dalam diri kita?

1. Kurang motivasi


Ketika kamu ingin mengubah suatu hal yang mendasar seperti kebiasan, pastinya, untuk merubah hal tersebut nggak akan selesai dalam satu malam. Kenapa begitu? Karena ketika kamu merubah suatu kebiasaan, hal tersebut sudah kamu lakukan selama bertahun-tahun. Untuk mengubah suatu hal yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun, pastinya nggak akan semudah itu dong?

Maka dari itu, gaes, kalau kamu pun memiliki motivasi yang kurang dalam mengubah kebiasaan nggak baik, maka, kamu pun akan merasakan sejumlah kesulitan. Nah, kesulitan disini bisa saja kamu jadi malah malas mengubah kebiasaan nggak baikmu, menganggap bahwa kalau kebiasaan nggak baik tersebut adalah suatu hal yang wajar dimiliki oleh seseorang dan sebagainya. Akhirnya, kamu pun nggak berhasil-berhasil dalam mengubah kebiasaan burukmu.

Coba kamu cari suatu hal yang dapat memotivasimu lebih baik untuk mengubah kebiasaan nggak baik. Misalnya, kamu memiliki kebiasaan buruk yaitu malas belajar. Tetapi, kamu ingin merasakan gimana, sih, rasanya menduduki peringkat pertama dalam suatu kelas. Nah, pengalaman yang ingin kamu rasakan ini bisa menjadi motivasi yang kuat bagimu untuk mengubah kebiasaan malas yang kamu miliki. Dengan motivasi tersebut, kamu akan menjadi pribadi yang lebih rajin dalam mengerjakan tugas, aktif di kelas dan sebagainya.

2. Kamu nggak tahu tujuan kamu untuk merubah diri

Yap, ketika kamu ingin mengubah dirimu dari suatu kebiasaan buruk menjadi suatu kebiasaan baik, kamu harus memiliki tujuan yang pasti. Tujuan ini pada akhirnya dapat menjadi motivasi kamu dalam mengubah kebiasaan nggak baik yang kamu miliki saat ini. Coba bayangkan kalau kamu nggak memiliki tujuan untuk mengubah diri? Yang ada, kamu nggak akan merasa termotivasi dan kamu pun nggak punya alasan kenapa kamu harus mengubah diri.

Ketika kamu memiliki tujuan dalam mengubah diri, kamu akan fokus terhadap tujuan tersebut. Ketika kamu sudah fokus terhadap tujuan, maka, sebisa mungkin kamu akan melakukan berbagai hal agar mencapai tujuan tersebut. Pada akhirnya, mengubah suatu kebiasaan yang nggak baik akan terasa lebih mudah.

Misalnya, kamu memiliki tujuan yaitu ingin masuk jurusan A di perguruan tinggi favorit. Nah. Dengan tujuan ini, kamu pasti akan mengubah kebiasaan nggak baikmu seperti malas, nggak mau berusaha dan sebagainya. Karena kamu punya tujuan yang ingin kamu capai, kamu akan mengubah kebiasaan nggak baik tersebut menjadi kebiasaan yang baik seperti rajin belajar, punya rasa keingintahuan yang tinggi, mau belajar hal baru dan sebagainya.

3. Merasa bahwa kebiasaan nggak baik tersebut nggak memberikan dampak negatif

Nah, terkadang kita suka berpikir bahwa suatu kebiasaan nggak baik yang sering kita lakukan nggak akan memberikan dampak negatuf kepada diri kita sendiri. Misalnya, ketika kamu memiliki kebiasaan nggak baik yaitu suka rebahan, kamu bisa saha menganggap bahwa semua orang suka rebahan dan nggak ada yang salah dengan hal tersebut. Kamu juga akan menganggap bahwa hal tersebut nggak akan memberikan dampak negatif kepadamu.

Coba deh kamu lihat kembali tentang kebiasaannu yang satu ini. Ternyata, kebiasaanmu yang suka rebahan itu sudah terlalu keseringan sehingga kamu jadi serba malas untuk melakukan suatu hal. Nah, dengan begitu, apakah kamu berpikir bahwa kebiasaan burukmu nggak memberikan dampak negatif kepada dirimu? Kalau dari contoh yang saya buat, sudah jelas bahwa kamu akan memiliki sifat yang lebih pemalas.

Coba kalau kamu berpikir bahwa kebiasaan nggak baik dapat memberikan dampak negatif. Pasti, sesulit apapun kamu ingin mengubah kebiasaan burukmu, kamu pasti akan bisa mengubah kebiasaan tersebut. Ketika suatu kebiasaan dapat memberikan dampak negatif pada dirimu, maka, kamu akan mengalami berbagai macam kesulitan atau hal-hal yang nggak kamu inginkan.

4. Punya "bahan" komparasi yang salah

"Ah, si dia juga suka malas-malasan. Tapi nilainya selalu bagus, tuh". Well, inilah yang disebut sebagai bahan komparaai yang salah. Mungkin kamu melihat bahwa orang tersebut memang suka malas-malasan di sekolah, tetapi, apakah kamu tahu apa yang dilakukannya di luar sekolah? Mungkin temanmu ini merekam semua pelajaran di kelas dan mendengarkannya ketika ia di rumah.

Nah, karena kamu nggak tahu apa yang dilakukan oleh orang lain, maka dari itu, gaes, cobalah untuk cari bahan komparasi yang benar untukmu. Misalnya gini, di kelas kamu melihat bahwa temanmu aktif berdiskusi, aktif mengerjakan tugas, selalu mendapatkan nilai yamg bagus dan sebagainya. Kalau kamu mengkomparasikan dirimu dengan orang ini, saya yakin kalau kamu akan mengubah kebiasaan-kebiasaan nggak baikmu.

Ketika kamu mengkomparasikan dirimu drngan orang yang lebih baik, pasti, kamu termotuvaai juga untuk menjadi lebih baik dari orang tersebut. Meskipun kamu memiliki kebiasaan nggak baik, pasti, kamu akan berusaha untuk mengubahnya agar kamu bisa menjadi lebih baik dari orang tersebut.

5. Nggak percaya diri


Nah, kalau kamu membandingkan dirimu dengan temanmu yang menurutmu lebih hebat, kamu jangan langsung nge-down, ya. Kamu harus tetap percaya diri. Dengan kamu memiliki tingkat percaya diri yang baik, kamu akan berusaha untuk merubah kebiasaan nggak baikmu.

Ketika kamu memiliki sifat nggak percaya diri, bukannya kamu berusaha untuk memperbaiki diri, malahan kamu malah nge-down dan nerasa bahwa diri kamu nggak bisa mengubah kebiasaan nggak baik yang kamu miliki. Maka dari itu, gaes, kalau kamu tetap merasa percaya diri, saya yakin, kamu bisa menjadi orang yang lebih baik lagi di kemudian hari.

***

Yap, itu lah kelima alasan kenapa ketika kamu merubah kebiasaan nggak baik, kamu akan menemukan berbagai kesulitan. Well, hal yang perlu kamu ingat disini ialah ketika kamu menemukan suatu kesulitan dalam mengubah kebiasaan nggak baik menjadi kebiasaan baik, janganlah kamu merasa berkecil hati karena ketika kamu menemukan kesulitan, hal tersebut merupakan suatu hal yang wajar banget untuk terjadi.

Maka dari itu, gaes, jangan langasung berkecil hati, ya, ketika kamu merasa kesulitan dalam merubah kebiasaan. Kamu harus tetap terus semangat dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan yang baik akan memberikanmu hasil yang baik juga. Jadi, sekali lagi, semangat, ya, dalam merubah diri ke arah yang lebih baik!
A.Awal
A.Awal Penulis kecil-kecilan dan berlanjut dengan menaruh minat pada blogger yang hingga sekarang masih dalam tahap belajar dan perlu pengembangan terus menerus.

Posting Komentar untuk "DIARY ADMIN | 5 Alasan Kenapa Kamu Sulit Mengubah Kebiasaan Nggak Baik"

Berlangganan via Email