Widget HTML Atas

BELAJAR BLOGGING | SEBURUK APAKAH BOUNCE RATE DAN BAGAIMANA CARA MEMPERBAIKINYA?





BOUNCE RATE: SEBURUK APAKAH DAN BAGAIMANA CARA MEMPERBAIKINYA?
Sebelum memperbaiki, kita harus memahami dahulu apa itu bounce rate. Bounce rate adalah persentase pengunjung yang mengunjungi website Anda lalu meninggalkannya tanpa melihat halaman lain dari website Anda. 

Jika bounce rate rata-rata di Google Analytics Anda menunjukkan angka 75%, artinya 75% dari total pengunjung website Anda hanya melihat halaman yang mereka masuki, baik itu homepage atau halaman internal, kemudian langsung meninggalkan website tanpa melihat halaman lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa website Anda tidak bisa mempertahankan pengunjungnya. Orang yang datang ke website Anda kemungkinan menemukan hal yang mereka inginkan tapi tidak dengan informasi penting lainnya atau bahkan tidak menemukan apa-apa sama sekali. 

Kuncinya adalah memastikan bahwa sekali pengunjung mengunjungi sebuah halaman di website, mereka akan mengunjungi lebih banyak halaman yang lain.

SEBURUK APA BOUNCE RATE?

Seberapa buruk bounce rate bergantung dengan tujuan website Anda. Jika salah satu tujuannya hanya menuntut pengunjung untuk mengunjungi satu halaman, maka bounce rate tentu bukan masalah besar bagi Anda. Banyak website yang bertujuan bukan agar pengunjungnya menelusuri banyak halaman dan melihat banyak konten, tetapi agar mereka mewujudkan call-to-action. 

  • Contoh CTA yang bisa menarik keluar pengunjung dari website berupa:
  1. Nomor telepon yang bisa dihubungi untuk menayakan lebih lanjut soal produk atau jasa
  2. Menuntun pengunjung ke domain atau network lain yang berhubungan dengan Anda
  3. Mengklik spanduk iklan berbayar per klik atau mengarahkan ke situs pemasaran afiliasi
  4. Pengisian formulir yang tidak mengharuskan pengunjung untuk berpindah ke halaman lain untuk konfirmasi
Pengunjung yang melakukan konversi di website walaupun ia hanya mengunjungi satu halaman tidak terhitung ke dalam bounce rate, karena tujuan utama website adalah untuk menghasilkan konversi, bukan mengoptimalkan bounce rate.

Jadi, apakah bounce rate memang benar-benar hal yang buruk bagi performa website Anda? Jika iya, lanjutkan membaca untuk solusi terbaik yang telah dirangkum untuk Anda.

BAGAIMANA MEMPERBAIKI BOUNCE RATE?
Langkah penting agar dapat memperbaiki bounce rate tidak cukup jika hanya melihat angka bounce rate rata-rata Anda di Google Analytics. Berikut adalah informasi-informasi di Google Analytics yang penting untuk dipelajari.


Konten Terbaik



Dengan informasi di bagian ini, Anda dapat melihat halaman mana yang mempunyai bounce rate tertinggi dan terendah. 

Anda dapat pula menentukan:
  1. Konten mana yang mengarahkan pengunjung untuk mengunjungi lebih banyak halaman
  2. Konten mana yang pertama dan terakhir yang dikunjungi pengunjung
  3. Halaman mana yang membutuhkan perbaikan terlebih dahulu—umumnya halaman dengan jumlah pageviews yang tinggi. Dengan begitu, halaman yang membawa paling banyak traffic akan mengarahkan paling banyak pengunjung untuk mengeksplor lebih dalam lagi website Anda.
  4. Halaman mana yang bisa dijadikan contoh bagaimana mempertahankan pengunjung di website Anda lebih lama, seperti halaman dengan bounce rate paling rendah mungkin adalah pengarah pengunjung terbaik ke halaman-halaman lain di website Anda.


Sumber Traffic Terbaik



Di bagian Pages/Session, Anda dapat melihat sumber traffic mana yang mempunyai visitor engagement paling besar dengan Anda. Kemudian, Avg. Session Duration menunjukkan sumber traffic mana yang membawa pengunjung yang mengunjungi website Anda dalam waktu lebih lama. 

Informasi ini dapat Anda gunakan untuk menentukan sumber traffic mana yang harus Anda utamakan jika tujuan Anda adalah untuk mempertahankan pengunjung di dalam website.


Keywords Terbaik



Anda dapat melihat keywords mana yang membawa paling banyak pengunjung ke website Anda melalui pencarian organik dengan bounce rate-nya masing-masing. 

Anda bahkan dapat melihat landing page mana yang dikunjungi pengunjung dengan menggunakan keywords tersebut dengan cara mengklik link Landing Page di atas data. Dengan informasi ini, jika Anda mempunyai keywords berbeda-beda yang mengarah ke landing page Anda, Anda dapat melihat pengunjung mana yang menerima informasi yang mereka inginkan di landing page terkait, serta keywords mana yang membuat mereka ingin melanjutkan menelusuri website Anda berdasarkan konten landing page tersebut.

Dengan memahami dan mempelajari informasi lebih detail mengenai bounce rate, Anda dapat menyusun strategi berbasis data yang lebih efektif untuk meningkatkan performa website Anda, dan yang paling penting, meningkatkan konversi. Informasi lain apa yang dapat dipelajari dari bounce rate? Bagaimana pengalaman sukses Anda dalam mengoptimalkan bounce rate menggunakan informasi-informasi di atas atau cara dan strategi yang lain?


Silahkan Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini!

Tidak ada komentar untuk "BELAJAR BLOGGING | SEBURUK APAKAH BOUNCE RATE DAN BAGAIMANA CARA MEMPERBAIKINYA?"

Berlangganan via Email